Syafaat dan Tanggungjawab Sosial

Mendengar kata Syafaat, mungkin kita akan langsung ingat kepada Rosulullah SAW, yang katanya kelak dapat memberikan syafaat kepada umatnya sehingga diselamatkan dari siksa neraka. Sebegitu simpelnya kah?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdiknas, Syafaat berarti :

sya·fa·at n perantaraan (pertolongan) untuk menyampaikan permohonan (kpd Allah): segala permintaannya telah dikabulkan oleh Allah Subhanahu wataala dng — Nabi Muhammad saw.

Dalam bahasa asalnya, bahasa Arab, Syafaat berasal dari kata Syafa’a (شفع)  berarti menggabungkan sesuatu dengan sesuatu lain yang sejenisnya agar menjadi sepasang. Dalam konteks muamalah/ibadah, dapatlah kita artikan sebagai segala perbuatan yang menyebabkan adanya hasil atau akibat, baik berupa perbuatan atau ekses lain.

Dalam QS Annisa ayat 85 disebutkan;

[4:85] Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

berangkat dari pengertian dan ayat di atas, tampaklah bahwa yg namanya syafaat adalah gabungan 2 hal yg berselaras; yang memberikan syafaat dan yang menerima syafaat. Dan kita diarahkan kepada 2 hal yaitu :

1. Anjuran memberikan syafaat yg baik

Ketika kita memberikan nasehat menuju kebaikan dan ketaatan, maka berarti kita telah memberikan syafaat yang baik. Orang akan tergerak untuk juga berbuat kebaikan dan kita akan mendapat balasan atas kebaikan yang terjadi. begitu juga ketika kita selalu membertikan teladan dan contoh yang baik di lingkungan, sehingga orang pun meniru kebaikan itu maka kita telah memberikan syafaat yg baik. Akibatnya lingkungan kita menjadi lingkungan yg baik, yang beradab, bersih, indah; itulah syafaat yg nyata yang dapat kita rasakan di dunia.

2. Larangan memberikan syafaat yang buruk

Ketika kita mengajak orang kepada keburukan, kemaksiatan atau menjadi peyebab terjerumusnya seseorang menuju keburukan maka kita telah memberikan syafaat yg buruk. Sesungguhnya kita akan memperoleh bagian, mendapat imbas dari keburukan yg terjadi, lantaran diri kita sendiri. Bagi kaum muslim hendaknya menutup aurat dengan sempurna, lebih2 kau hawa, kalau kita bersengaja tidak menutup aurat dan ternyata membuat orang yg melihatnya jatuh kedalam kemaksiatan, siap-siaplah kelak kita terperanjat oleh banyaknya dosa yang tak kita sadari. Setiap diri punya tanggung jawab sosial, bagaimana menjadikan masyarakat aman dengan berlandaskan nilai-nilai agama, karena nilai-nilai agama Islam adalah menyelamatkan umatnya.

Syafaat Nabi Muhammad SAW

Dalam berbagai hadits dan ayat al-quran disebutkan bahwa nabi kita Muhammad SAW kelak mampu memberikan syafaat kepada umatnya dengan izin Allah demi keselamatan umat Muhammad. Apakah yang dinamakan syafaat nabi itu? yaitu ketika kita mengamalkan ajaran yg disampaikan Nabi, meneladani akhlaqnya, mencintai apa yg dicintai beliau dan takmenyukai apa yang beliau tak sukai.

(bersambung)

4 responses to “Syafaat dan Tanggungjawab Sosial

  1. Assalamu’allaikum Wr. Wb.
    Ahlan wassalan, mudah2an kita ada dalam lindungan Allah SWT dan mendapatkan syafaattul uZma dari panutan kita penerang dalam kegelapan cahaya dalam kehidupan Nabibana ya habibana Muhammad SAW,

    “L A N J U T K A N ………………tolong kupas abis zikir dan Asmaulhusna, hatur nuhun salam kasadayana umati-umati Muhammad SAW terutama jalmi pasundan,
    Wassalam ti kang Beben Klapanunggal – Bogor

  2. tolong….. aku pengen asmaul husna yang kumplit tapi ga sama bahasa inggris nya dimana ya……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s