Hidup dalam Pilihan

Kita dilahirkan ke dunia tak tau apa-apa, selain insting menangis dan menyusu. Karena kebesaran dan kasih sayang Allah lah, segala penopang kesempurnaan hidup kita kemudian Allah berikan kepada kita. Allah beri penglihatan, Allah beri pendengaran dan indera yang lain, Allah beri akal, Allah beri hati (sirr) dan masih banyak yang lain. Menginjak dewasa saat semua semakin matang, kita sudah bisa membedakan mana baik dan buruk, yang penting dan tak penting, serta hal-hal lain demi kelangsungan kehidupan kita. Di situlah “Challenge” kehidupan manusia. Setiap manusia menempuh pilihan, menjadi baik atau burukkah, menjadi bahagia atau susahkah, menjadi semakin dekat ataukah semakin jauhkah dari Allah.

Dalam surat Asy-Syams ayat 8 dan 9 dijelaskan : 

 
[91:8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
 
 
[91:9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
 
 
[91:10] dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Begitulah, pilihan bagi manusia adalah apakah ia akan menjadi orang yg menyucikan jiwanya sehingga dekat kepada Allah, atau malah mengotori jiwanya hingga jauh dari ridlo Allah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman : siapa yg mendekat kepadaku sejengkal maka Aku mendekat sehasta, jika ia mendekat sehasta maka Aku mendekat sejengkal sedepa dst…

Hadits qudsi, diatas mengisyaratkan adanya keselarasan usaha kita mendekat kepada Allah dengan welcome-nya Allah yang selalau Menyayangi, Mengasihi, dan selalu memberi yang terbaik bagi manusia itu sendiri. 

Dalam hadits yang lain diterangkan bahwa Akal itu menunjukkan kepada hidayah. yaitu akal yang selalu dalam proses tafakkur, terhadap diri, kejadian dan seluruh ciptaanNya. Sehingga sadar dan merasakan akan kebesaran Tuhan dan mengakui akan betapa kecil diri ini. Maka iman semakin mantap, ketakwaan akhirnya berseri, derajat ihsan akan dicapai. Akhirnya tujuan Allah menciptakan manusia menjadi kholifah/kepanjangan tangan Tuhan di muka bumi terlaksana sudah.

Keputusan terakhirakan datangnya Hidayah adalah di Tangan Tuhan, Tuhan telah memberikan jalannya, tinggal bagaimana kita, mengikuti jalan Tuhan ataukah mennjauh dari Jalan Tuhan. Masing2 ada konsekuensi dan saya rasa kita semua tahu akan konsekuensi itu, Bagaimana? 

7 responses to “Hidup dalam Pilihan

  1. Pertamakali bertamu di Blog saudaraku ini. Kandungannya bagus sekali… ada kelapangan saya akan berkunjung lagi..

  2. Selamat datang dan salam ukhuwah dari kami saudara di indonesia…

    alhamdulillah, kebenaran hanya milik Allah… yuk saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran…

  3. nice blog..^_^ sangat bermanfaat untuk proses lebih dekat kepadaNya. insyaalloh. amin.

  4. Assalamu’alaikum …
    subhannallah, maksaih yah atas info dan cerita nya ..

  5. bagus sekali , untuk perkembangan dan syiar islam yang lebih baik lagi bagi kerukunan dan persatuan umat… amin–amin…

  6. Assalamualaikum
    thanx’s infonya , sangatlah bermanfaat mohon di uptudate terus, kobarkan semangat ISLAM yang benar dijalan ALLAH swt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s