Meneladani Asmaul Husna

“Walillaahil asmaa-ul husnaa fad’uuHu biHaa….”

Bagi Allah lah Nama-nama yang baik, Maka berdoalah dengannya…

AllahApa yang langsung terbersit di otak dan perasaan kita ketika mendengar istilah Asmaul Husna ini???? apakah hati ini langsung ingat dan berdzikir padaNya? ataukah hanya terlintas deretan huruf yang membentuk kata2 di setiap sekian nama yang baik yang mungkin sudah kita hafal di luar kepala??? Semua itu tergantung dari seberapa kita mengenal Asmaul Husna.

Dalam ilmu Tauhid, kita diwajibkan untuk mengakui hanya ada satu ilah yaitu ALLAH dan tiada sekutu bagiNya. BagiNya seluruh kuasa jagad alam dan segala isinya, termasuk kita manusia. Di dalamnya pula kita diwajibkan untuk mengabdi/menghambaNya dengan sebenar-benar penghambaan. Lalu, bagaimana cara kita bisa untuk menghamba dengan sebenar-benar penghambaan?? jawabannya tentu kita harus mengenal dulu siapa yang kita sembah/hambakan. Mendekatkan terhadap pengenalan kepada Allah, Allah sendiri dalam kitab suci Al-Quran melalui wasilah junjungan kita Nabi Muhammad SAW, telah mendeskripsikan diriNya melalui nama-namaNya yang indah.

Harus kita apakan Asmaul Husna ini??? sekadar tahu artinya, dijadikan wirid saja agar bisa ini bisa itu??? atau???….. Pertama tentulah kita harus tahu apa itu asmaul husna, kemudian apa sajakah asmaul husna itu, arti masing-masing nama dari asmaul husna, kemudian yang terpenting yaitu meneladani asmaul husna dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah Asmaul husna adalah nama-nama indah milik Allah???, betul… Lalu, bagaimana kita bisa meneladaninya??? Ingatlah… Allah menjadikan kita manusia di muka bumi sebagai kholifah, sebagai kepanjangan tanganNya dalam menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya, sebagai wakilNya menyampaikan ajaran samawi(ajaran langit,Allah, red). Tidakkah kita bahagia jika adanya kita menjadikan orang lain ingat akan Allah…..

Kita ambil contoh salah satu dari asmaul husna : Ar-Rohman (Maha pemberi rahmat/Pemurah). Dalam ayat yg lain Allah menjelaskan tentang RahmatNya : wa rahmatu robbika wasiat kulla syai’ (dan Rahmat Allah itu meliputi segala sesuatu) baik yang beriman maupun yang tidak, yang kuat ataupun yang lemah, binatang, tumbuhan maupun seluruh jagad. Allah tetap kasih makan kepada semua hambanya baik yang beriman atau tidak, Allah tetap jamin rizki seekor burung yang terbang di waktu pagi dalam keadaan perut kosong pulang kenyang di waktu sore, Allah jadikan alam bergerak teratur dalam keseimbangan kosmos. Orang yang meneladani “Ar-rohman” harus membenarkan bahwa Allah Maha Pemberi Rahmat, kemudian berikrar dan bersengaja diri untuk selalu memberikan Rahmat kepada siapapun; selalu memberi kepada siapa yang meminta, menolong kepada yang butuh pertolongan, membantu meringankan beban tetangga, menyingkirkan duri/pengganggu yang ada di jalan, memberi makan kepada yang tak mampu, mengarahkan orang lain kepada kebenaran dan kebaikan, menjadi pelipur lara dikala duka, tanpa peduli mereka beriman kepada Allah maupun tidak, karena semua kita sama-sama makhlukNya yang sama-sama Allah beri rahmat dan jamin rizkinya.

Contoh selanjutnya kita ambil saja “Ar-rohim” ( Maha Penyayang). Ar-rohman dan Ar-rohim sebenarnya hampir identik, hanya saja dalam penafsirannya Ar-rohman bersifat global, sedang Ar-rohim lebih kepada kasih sayang terhadap hambaNya yg beriman dan berbakti. Meneladani Ar-rohim ini berarti kita sesaudara muslim harus selalu saling nasehat-menasehati, mengingatkan bila mereka keliru, memberi tauladan yang baik, menyelamatkan saudara dari kejelekan diri kita sendiri dll dll.

Begitulah… Asmail husna bukan hanya untuk dihafal dan dilafal, akan tetapi juga untuk diresapi dan diteladani agar dalam setiap langkah gerak kita, Allah akan selalu “bersama” kita. Dan setiap kita lafalkan Asmaul Husna, bergetar hati kita, teresapi maknanya, dan terikrar dalam hati untuk meneladaninya.

Wallahu A’lam Bish-showab

3 responses to “Meneladani Asmaul Husna

  1. sesuai dengan harapan kita berbahagia di dunia dan di akherat, maka nama-nama tersebut dapat dijadikan pagar atau rambu-rambu atau arahan yang menuntun kita ke jalan yang lurus sebagaimana kita mintakan kepada Allah SWT dalam surat Al Fatihah

    terimakasih atas masukannya mas tatang, dengan mengenal Nama-NamaNya kita harapkan bisa semakin tahu (makrifat) kepadaNya….

  2. Allah ar-rahman ar-rahim. Selalu mengasihi kepada semua makhluk. Dan selalu menyayangi kepada yang beriman pada-Nya. Semoga kita selalu diberi rahman & rahim dari Allah agar hidup kita sejahtera lahir batin di dunia dan akhirat.

  3. sebenar nya saya mau tanya boleh gak nama masjid diambil dari nama asmaa-ul husnaa itu pak ?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s