Menjiwakan “Laa Ilaaha Illallah”

Sholat telah kutunaikan
tasbih, tahmid, takbir… telah kukumandangkan
Kini saatnya duduk bersimpuh
Menyebut asmaMu mengakui keagunganMu

Laa ilaaha illallah… Tiada ilah/Tuhan selain Engkau Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada sesuatu pun yan aku sembah selain Engkau Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada tempat aku bertuju selain Engkau Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada tempat aku berkeluh kesah selain hanya padamu Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada tempat aku memohon pertolongan kecuali hanya padamu Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada tempat meminta kecuali hanya padamu Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada tempat berlindung kecuali hanya padamu Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada tempat aku menitipkan keluargaku kecuali hanya padamu Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada tempat aku memohon ampun selain Engkau Ya Allah..
Laa ilaaha illallah… Tiada wajah yang paling kurindukan kecuali wajahmu kelak Ya Allah..

Inna.. lillah.. wa inna ilaihi rooji’uun… Aku ada karenaMu dan padaMu kukembali
Segala puji hanya untukMu

6 responses to “Menjiwakan “Laa Ilaaha Illallah”

  1. Inna lillaahi wainna ilaihi raajiuuun…. kita semua akan kembali

  2. request..kupas juga tentang esensi takbir, tasbih dan tahmid dalam sholat dong mas?! heheheee…🙂
    .
    koq..tulisan yang baru, belum diterbitin lagi niy mas?😦

  3. 2kurt : nice ending

    2read: insyaAllah.. segera.. sudah dipersiapkan…
    biasa lagi kejar setoran…. blog nya terkesampingkan…

  4. Wadug bagusnya … menduhkan, mengasyikkan. Subhanallah.

  5. Ketika selesai shalat, sepatutnya kita banyak-banyak minta ampun kepada Allah karena tidak beradab dalam menunaikan shalat.

    Bayangkan, kalau kita dipanggil Bapak Presiden jam 08.00, tentulah jam 07.30 kita sudah bersiap sedia menunggu pertemuan kita dengan Bapak Presiden. Tetapi, dengan Raja Segala Raja ketika kita dipanggil jam 12.00 kita baru menghadapnya jam 13.00 sungguh tidak beradabnya kita dengna Tuhan.

    Sudah-pun datang tidak tepat waktu, ketika menghadap pikiran kita kemana-mana. Kita pikir pekerjaan, duit, anak, istri. Duh….betapa tidak beradabnya kita kepada Tuhan.

    Sungguh, kita belum mampu menunaikan ikrar kita “la ilahaillallah” tiada yang kita besarkan kecuali Allah. Kita masih membesarkan dunia, bahkan ketika dalam pertemuan kita denganNya waktu Shalat.😦

  6. 2EWA: karena kesejukan “Laa ilaaha illallah”

    2sufi : riskan memang mas sufi… kita harus terus dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik… mudah2an dengan metode ini… terpancang “Laa ilaaha Illallah” modal dasar berkehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s