Ramadhan, saatnya berkaca diri


Sering kita mendengar dari kecil dari para orang tua atau sesepuh kita bahwa di bulan Ramadhan, setan itu dibelenggu dan diikat sehingga tidak bisa mengganggu manusia lagi. Perkataan para sesepuh kita sebenarnya bisa dipertanggungjawabkan, karena bersesuaian dengan sabda Nabi : Daripada Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi saw telah bersabda : “Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dirantai/dibelenggu para syaitan.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Banyak penafsiran terhadap hadits di atas, di sini kita coba melihat dari sisi lain, terlepas apakah syaitan benar-benar dibelenggu secara “fisik” di bulan Ramadhan ataukah merupakan simbol semata. Apabila syaitan dibelenggu maka itu artinya segala tindak tanduk atau perilaku kita murni karena kita sendiri (kita tahu bahwa setan, di luar bulan Ramadhan, dengan segenap kekuatan akan selalu mengganggu dan menyesatkan akidah manusia agar jauh dari (ajaran) Allah). Itu artinya di bulan Ramadhan, Allah membuka “hijab” siapakah dan bagaimanakah diri kita sebenarnya. Apakah cenderung kepada kebaikan ataukan cenderung kepada keburukan dan maksiat. Proses tafakkur atau introspeksi diri perlu kita seriusi di bulan dimana Allah tunjukkan jati diri kita. Jika ternyata di bulan Ramadhan ini kita masih suka bermaksiat, itu artinya kemaksiatan itu berasal dari diri sendiri dan bukan karena bisikan setan, atau, perilaku kita telah “bengkok” yang bisa jadi karena kita telah dibengkokkan diri sendiri dan atau syaitan sebelumnya.

Ramadhan adalah ajang memperbaiki diri, dari segala hal yang perlu diperbaiki. Untuk bisa memperbaiki, kita harus tahu kondisi idealnya, untuk tahu kondisi ideal kita perlu informasi dan bimbingan dari yang mempunyai ilmu dan kapabilitas atas kondisi ideal itu. Ya… itu bisa diartikan kita harus berilmu. Ilmu adalah cahaya, tanpa cahaya kita buta, saat buta…. gajah bisa saja kita sebut tipis dan lebar karena saat itu hanya kupingnya yang kita pegang. Belajar dan terus belajar karena ilmu Allah teramat luasnya, cari guru sebanyak-banyaknya lebih lebih guru spiritual dan terlebih lagi guru tauhid. Karena sumber keshalehan seseorang adalah karena tauhidnya yang lurus.

Wallahu a’lam bish-showab.

Bismillahirrohmanirrohim


Bismillahirrohmanirrohim aku mulai menulis kembali 🙂

Bismillahirrohmanirrohim (disarankan) selalu disebut ketika memulai pekerjaan, sekecil atau seberat apapun pekerjaan yang akan dilakukan. Dengan membaca bismillah diharapkan kita selalu ingat Allah setiap akan beraktivitas, menyerahkan kelancaran perjalanan, usaha dan keluarga yang ditinggal kepada Allah…

Hehehe…. di tengah mencari kata-kata tiba-tiba tersentak/tergelitik… tak terasa ternyata kita ingat kepada Allah hanya untuk memohon dan meminta… tidak salah sih.. hanya saja itu baru satu arah…. (meminta adalah tingkatan kata paling tinggi dari menyuruh 😀 ) , coba kita seimbangkan ya.. dengan bismillahirrohmarinrrohim kita juga diarahkan untuk ingat akan nikmat dari Allah untuk disyukuri dan merealisasikan syukur kita kepada orang-orang terdekat kita : keluarga dekat/jauh, tetangga, teman sekantor dll.

Bismillahirrohmanirrohim, aku berdoa untuk kesejahteraan kita sekalian dan keluarga kita…. dan bismillahirrohmanirrohim,… saya akhiri dulu permulaan menulis kembali ini…. 🙂

Asma ul Husna


Asmaaulhusna

Baca lebih lanjut

No.

Nama

Arab

Indonesia

Inggris

Allah

الله

The God

1

Ar Rahman

الرحمن

Yang Memiliki Mutlak sifat Pengasih The All Beneficent

2

Ar Rahiim

الرحيم

Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang The Most Merciful

3

Al Malik

الملك

Yang Memiliki Mutlak sifat Merajai/Memerintah The King, The Sovereign

4

Al Quddus

القدوس

Yang Memiliki Mutlak sifat Suci The Most Holy

5

As Salaam

السلام

Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Kesejahteraan Peace and Blessing

6

Al Mu`min

المؤمن

Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Keamanan The Guarantor

Syafaat dan Tanggungjawab Sosial


Mendengar kata Syafaat, mungkin kita akan langsung ingat kepada Rosulullah SAW, yang katanya kelak dapat memberikan syafaat kepada umatnya sehingga diselamatkan dari siksa neraka. Sebegitu simpelnya kah?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdiknas, Syafaat berarti :

sya·fa·at n perantaraan (pertolongan) untuk menyampaikan permohonan (kpd Allah): segala permintaannya telah dikabulkan oleh Allah Subhanahu wataala dng — Nabi Muhammad saw.

Dalam bahasa asalnya, bahasa Arab, Syafaat berasal dari kata Syafa’a (شفع)  berarti menggabungkan sesuatu dengan sesuatu lain yang sejenisnya agar menjadi sepasang. Dalam konteks muamalah/ibadah, dapatlah kita artikan sebagai segala perbuatan yang menyebabkan adanya hasil atau akibat, baik berupa perbuatan atau ekses lain.

Dalam QS Annisa ayat 85 disebutkan;

[4:85] Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

berangkat dari pengertian dan ayat di atas, tampaklah bahwa yg namanya syafaat adalah gabungan 2 hal yg berselaras; yang memberikan syafaat dan yang menerima syafaat. Dan kita diarahkan kepada 2 hal yaitu :

1. Anjuran memberikan syafaat yg baik

Ketika kita memberikan nasehat menuju kebaikan dan ketaatan, maka berarti kita telah memberikan syafaat yang baik. Orang akan tergerak untuk juga berbuat kebaikan dan kita akan mendapat balasan atas kebaikan yang terjadi. begitu juga ketika kita selalu membertikan teladan dan contoh yang baik di lingkungan, sehingga orang pun meniru kebaikan itu maka kita telah memberikan syafaat yg baik. Akibatnya lingkungan kita menjadi lingkungan yg baik, yang beradab, bersih, indah; itulah syafaat yg nyata yang dapat kita rasakan di dunia.

2. Larangan memberikan syafaat yang buruk

Ketika kita mengajak orang kepada keburukan, kemaksiatan atau menjadi peyebab terjerumusnya seseorang menuju keburukan maka kita telah memberikan syafaat yg buruk. Sesungguhnya kita akan memperoleh bagian, mendapat imbas dari keburukan yg terjadi, lantaran diri kita sendiri. Bagi kaum muslim hendaknya menutup aurat dengan sempurna, lebih2 kau hawa, kalau kita bersengaja tidak menutup aurat dan ternyata membuat orang yg melihatnya jatuh kedalam kemaksiatan, siap-siaplah kelak kita terperanjat oleh banyaknya dosa yang tak kita sadari. Setiap diri punya tanggung jawab sosial, bagaimana menjadikan masyarakat aman dengan berlandaskan nilai-nilai agama, karena nilai-nilai agama Islam adalah menyelamatkan umatnya.

Syafaat Nabi Muhammad SAW

Dalam berbagai hadits dan ayat al-quran disebutkan bahwa nabi kita Muhammad SAW kelak mampu memberikan syafaat kepada umatnya dengan izin Allah demi keselamatan umat Muhammad. Apakah yang dinamakan syafaat nabi itu? yaitu ketika kita mengamalkan ajaran yg disampaikan Nabi, meneladani akhlaqnya, mencintai apa yg dicintai beliau dan takmenyukai apa yang beliau tak sukai.

(bersambung)

Melahirkan MUHAMMAD Dalam Diri


siapakah yang mengaku umat Muhammad?
siapakah yang berharap berada di bawah panji Muhammad kelak di Padang Mahsyar?
siapakah yang mengaku cinta kepada Muhammad?
sudahkah kau lahirkan Muhammad dalam diri kalian?
sudahkah kau lahirkan sabarnya Muhammad, sopan santunnya Muhammad
ketaqwaan Muhammad, kasih sayangnya Muhammad
kalau belum, janganlah kau mengaku2 umat Muhammad.
Muhammad bukanlah utk sekedar kau agung2kan
Muhammad bukan sekedar untuk kau sebut2 namanya
tapi peneladanan sifat2 Muhammad yg lebih diperlukan
kemudian kau lahirkan dalam keseharian kalian
kepada anak, istri, orang tua, mertua, tetangga, orang sakit, yang tertimpa musibah
apa yang Muhammad sampaikan kau patuhi dan kau kerjakan
cinta itu bukanlah sekedar di bibir, tapi butuh langkah nyata
keimanan bukan sekedar dikata-kata, tapi berbuah dalam perbuatan
ketaqwaan bukan sekedar dirasa, tapi mewarnai tingkah pola

sudahkan kau kenal Muhammad yg akan kau lahirkan sifatnya melalui diri kalian?
kalau belum,, bersegeralah…
bersamaan itu, kenalilah siapa Tuhan Muhammad
setelah itu bersiaplah menuju kedamaian

(jumat, 15 rajab 1429H, 20.15) MK Lt.5

Hukum Sebab Akibat dan Takdir Allah


Tulisan ini diilhami pertanyaan temen satu kantor, apakah takdir itu dan bagaimanakah sikap kita terhadap takdir ini. Mungkin kita semua tahu bahwa takdir adalah ketentuan/ketetapan Allah atas kejadian apapun yang menimpa makhluknya, termasuk manusia dan kita harus mengimaninya. Keberhasilan kita adalah ketetapan Allah, begitu pun kegagalan kita juga adalah ketetapan Allah. Dalam keterangan yang lain disebutkan bahwa semua yang terjadi di dunia ini, alam utk skala lebih besar, sudah tertulis di lauh mahfudz, katanya, semenjak dunia/alam diciptakan. Dalam nash yang lain disebutkan pena2 sudah diangkat dan tinta2 sudah kering. Hal ini menunjukkan bahwa ketetapan itu tak dapat dirubah.

Bagaimanakah kita menyikapi keterangan ini, percuma kita bersusah payah, rajin belajar, bekerja keras, toh semua sudah di atur. *sebelumnya mari kita senyum dulu…, tarik nafas…, jernihkan pikiran* 😀

sebagai Muslim kita wajib percaya terhadap semua keterangan yang diberikan Allah, baik melalui Alquran, hadits qudsi, maupun hadits nabi. Pena2 sudah diangkat, benar….tinta sudah kering, benar…. hanya saja kita harus cermat dan sadar diri kalau kemampuan kita terbatas. kita seringkali hanya bisa melihat hasilnya saja dan kurang mampu melihat prosesnya. kita hanya tahu dia sukses, dia gagal, dia kecelakaan dll. Ada satu kata kunci yang perlu kita lihat juga, yaitu hukum sebab akibat. Hukum sebab akibat adalah sunnatullah, ketetapan Allah juga. Dalam alquran diterangkan: segala sesuatu ada sebab dan segala sesuatu akan mengikuti sebab itu. dari sini perlu ada pertanyaan : mengapa dia sukses, mengapa dia gagal, mengapa dia kecelakaan dll.

Apakah hukum sebab akibat bertolak belakang dengan keterangan ttg pena2 yg sudah kering? jawabannya adalah TIDAK. Justru di sinilah-kalau kita mau cermat-betapa Maha Kuasanya Allah, Maha LATHIF nya Allah, Maha Tahu-nya Allah, Maha segala-galanya Allah. ketetapan Allah itu sedemikian detail dan sangat logis bagi manusia.
Subhanallah…sungguh diri ini kecil Ya Allah,
maafkan kebodohan kami hingga kami sering salah sangka padaMu Ya Allah
sering berbuat sombong di muka bumi ini
kami sombong hingga tidak menghiraukanMu
kami sombong hingga berani melanggar laranganMu…tak peduli kepada saudara seiman, bahkan saling membunuh.
Berikan kami hidayahMu Ya Allah…
Islam agama yg kau ridloi adalah agama yg paling logis dan agama yg cinta damai

Hidup dalam Pilihan


Kita dilahirkan ke dunia tak tau apa-apa, selain insting menangis dan menyusu. Karena kebesaran dan kasih sayang Allah lah, segala penopang kesempurnaan hidup kita kemudian Allah berikan kepada kita. Allah beri penglihatan, Allah beri pendengaran dan indera yang lain, Allah beri akal, Allah beri hati (sirr) dan masih banyak yang lain. Menginjak dewasa saat semua semakin matang, kita sudah bisa membedakan mana baik dan buruk, yang penting dan tak penting, serta hal-hal lain demi kelangsungan kehidupan kita. Di situlah “Challenge” kehidupan manusia. Setiap manusia menempuh pilihan, menjadi baik atau burukkah, menjadi bahagia atau susahkah, menjadi semakin dekat ataukah semakin jauhkah dari Allah.

Dalam surat Asy-Syams ayat 8 dan 9 dijelaskan : 

 
[91:8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
 
 
[91:9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
 
 
[91:10] dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Begitulah, pilihan bagi manusia adalah apakah ia akan menjadi orang yg menyucikan jiwanya sehingga dekat kepada Allah, atau malah mengotori jiwanya hingga jauh dari ridlo Allah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman : siapa yg mendekat kepadaku sejengkal maka Aku mendekat sehasta, jika ia mendekat sehasta maka Aku mendekat sejengkal sedepa dst…

Hadits qudsi, diatas mengisyaratkan adanya keselarasan usaha kita mendekat kepada Allah dengan welcome-nya Allah yang selalau Menyayangi, Mengasihi, dan selalu memberi yang terbaik bagi manusia itu sendiri. 

Dalam hadits yang lain diterangkan bahwa Akal itu menunjukkan kepada hidayah. yaitu akal yang selalu dalam proses tafakkur, terhadap diri, kejadian dan seluruh ciptaanNya. Sehingga sadar dan merasakan akan kebesaran Tuhan dan mengakui akan betapa kecil diri ini. Maka iman semakin mantap, ketakwaan akhirnya berseri, derajat ihsan akan dicapai. Akhirnya tujuan Allah menciptakan manusia menjadi kholifah/kepanjangan tangan Tuhan di muka bumi terlaksana sudah.

Keputusan terakhirakan datangnya Hidayah adalah di Tangan Tuhan, Tuhan telah memberikan jalannya, tinggal bagaimana kita, mengikuti jalan Tuhan ataukah mennjauh dari Jalan Tuhan. Masing2 ada konsekuensi dan saya rasa kita semua tahu akan konsekuensi itu, Bagaimana? 

Qonaah


Secara maknawi, qonaah berarti menerima apa adanya. Merasa ikhlas dengan kondisi apapun yang dialami. Dalam bahasa jawanya : “nrimo ing pandum”

Dalam sudut pandang tertentu, qonaah sering disalah artikan sehingga menjadi pemicu sebuah kemunduran, ganjalan dalam berkembangnya seseorang ke tingkatan yang lebih tinggi/baik dalam berbagai aspek kehidupan.

Memang tak salah kalau qonaah diartikan menerima apa adanya, tapi tidak berhenti hanya sampai disitu. Sikapa qonaah menuntut siapa saja untuk selalu bermuhasabah, introspeksi, seberapakah kemampuan dirinya, sehingga ia hidup secara WAJAR dan tak melampaui batas. Selanjutnya diperlukan adanya syukur, tasyakkur dan tafakkur. Syukur sebagai perwujudan menerima apa adanya, tasyakkur tercermin dari kelapangan hati dan kesabaran, tafakkur sebagai wujud evaluasi.

contoh kecil orang yang sedang usaha berjualan. suatu saat jualannya sepi. ketika ia menghadapi itu, pertama ia ikhlas, kemudian bersyukur, “Alhamdulillah…. dengan kesempitan ini Ya Allah kau ingatkan aku, kau jadikan aku mendekat kepadaMu”. Orang ini akan semakin memacu ibadahnya, sehingga semakin dekatlah ia kepada Allah, dengan ijin Allah tentunya. dengan semakin dekat kepada Allah maka semakin lapang hatinya menjalani kesempitan ini, yang ada adalah kelurusan berfikir. Langkah selanjutnya adalah tafakkur, evaluasi. Kenapa sih orang2 seakan menjauh dari tokoku, apakah karena tokoku kotor sehingga tak menarik keinginan pembeli, apakah harga jualku terlalu mahal, apakah pelayananku yg tidak disukai pembeli… evaluasi demi evaluasi dilakukan sehingga dari situ lahirlah perbaikan-perbaikan. 2 manfaat sekaligus, ibadah semakin lancar, urusan dunia semakin lancar.

Wallahu a’lam bishshowab.

Mengenal Asma Allah Yaa Lathif, Melalui Kisah Nabi Yusuf


Tulisan ini dikhususkan kepada saudara2 yang merasa doanya tak pernah dikabulkan.

Terlepas dari bagaimana ia berdoa, baik dari sisi tatacara, adab, waktu yg dipilih dan sebagainya, mari kita lihat perspektif lain.

Di Awal Q.S Yusuf, nabi Yusuf menceritakan mimpinya kepada sang ayah tentang 11 bintang yg bersujud padanya (Nabi Yusuf), yang lantas Ayah menyuruhnya menyembunyikan mimpi itu dari saudaranya yg lain. Dalam keluarga Nabi Yusuf, dialah yg paling dicintai oleh ayahnya, sehingga timbul rasa isi di hati saudaranya yg lain. Timbullah niat jahat utk membunuh Yusuf, berpura2 mengajak Yusuf bermain, untuk kemudian dibunuh. Akan tetapi saudaranya yg lain keberatan kalau Yusuf dibunuh, akhirnya Nabi Yusuf di masukkan ke dalam sumur, kemudian mereka pulang pura2 menangis sambil membawa baju Nabi Yusuf yg penuh dilumuri darah (palsu).

selanjutnya, nabi Yusuf ditemukan seorang saudagar, diangkat dan mereka bawa kemudian dijual, dibelilah oleh pembesar kerajaan Mesir. Begitulah hingga dewasa dan Allah memberikan hikmah kepada Nabi Yusuf muda dan mengajarkan ttg ta’bir mimpi. Kejadian demi kejadian dialami dalam menjalani kehidupan di keluarga pembesar, mulai dari godaan istri pejabat yang akhirnya tersebar, isu miring terhadap keluarga pembesar hingga yusuf pun dimasukkan ke penjara untuk melindungi kehormatan keluarga  pembesar itu. Dalam penjara, Nabi Yusuf bersama 2 orang dan mereka menceritakan masalah mimpi2nya, dengan ilmu dari Allah mimpi2 itu bisa ia tafsirkan dan benar adanya. Waktu pun bergulir hingga kedua orang itu bebas dari penjara, sedang Nabi Yusuf masih mendekam di dalam. 

Selang beberapa lama, suatu saat Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir [gandum] yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering. Raja resah dengan mimpinya itu akan tetapi tak satu orangpun yg mampu menafsirkannya. Untunglah diantara 2 orang yg pernah dipenjara bersama Yusuf ingat akan kemampuan nabi Yusuf dalm menafsirkan mimpi dan mendatanginya, maka dijelaskannya tafsir mimpi raja tsb. Karena sebab itulah akhirnya raja memanggil Yusuf dan membebaskannya serta menjadikannya orang dekat raja. namun sebelumnya Nabi Yusuf telah meminta klarifikasi atas keadaan wanita2 yang menggodanya dulu yg menyebabkannya masuk penjara. setelah wanita itu(istri pembesar,Zulaikha) mengakui di hadapan raja, bersihlah nama Nabi Yusuf. Nabi  Yusuf menawarkan diri utk menjadi bendaharawan negara Mesir dan diiyakan sang raja. Mengatur stok pangan selama 7 tahun masa surplus sesuai pertanda mimpi raja untuk persiapan 7 tahun masa paceklik. Ketika datang masa paceklik, kerajaan membagi2kan stok pangan kepada rakyatnya sesuai dengan pengaturan nabi Yusuf.

Suatu masa saat masih paceklik, datanglah saudara Nabi Yusuf ke kerajaan untuk mengambil bahan pangan. Mereka telah lupa dengan Nabi Yusuf karena menyangkanya telah meninggal, sedang Nabi Yusuf tidak. Tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: “Bawalah kepadaku saudaramu yang se ayah dengan kamu [Bunyamin], tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?  Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat sukatan lagi daripadaku dan jangan kamu mendekatiku”.Mereka berkata: “Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya [ke mari] dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya”.

Begitulah akhirnya mereka bisa membujuk ayahnya (Nabi Ya’kub) agar mengijinkan membawa saudara lain ibu (Benyamin) ke kerajaan (Yusuf,red). Dengan sedikit trik, Benyamin ditahan di kerajaan sebagai jaminan sedang saudara yg lain kembali mengadukan kepada ayahnya. Lalu mereka disuruh keluar mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya. Kembalilah mereka ke kerajaan mesir dan terungkaplah identitas Yusuf, ditengah mereka memohon utk diberikan sedekan berupa bahan pangan kepada Yusuf. Dalam kekagetan mereka, Yusuf menyuruh mereka kambali kepada ayahnya dengan membawakan baju gamis Yusuf memintanya memberikan pada ayahnya dan meletakkannya di wajahnya maka ayahnya akan kembali bisa melihat . Sesampai di rumah, ayahnya langsung mencium bau yusuf, baju itu pun diberikan dan diletakkan di wajah ayahnya maka ia langsung bisa melihat. Akhirnya semua keluarga menuju ke kerajaan Mesir dan sesampai di kerajaan sang ayah dan ibu dinaikkan ke atas singgasana, Seketikaitu juga kesebelas saudara Yusuf yg lain merabahkan diri seraya bersujud. Kemudian Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. dan di akhir kata (QS. Yusuf ayah 100) yusuf menerangkan : sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut (LATHIF) terhadap apa yg dikehendakinya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha bijaksana.

Dari cerita di atas, mari kita cermati berapa lamakah Allah mewujudkan mimpi Nabi Yusuf, yang dalam hal ini merupkan analogi doa kita. Proses untuk mewujudkan/memenuhinya sering tidak kita sadari atau bahkan kita sudah malah lupa dengan doa yg pernah kita minta dan karena Memang Allah Maha Sutradara. Allah Maha mengetahui terhadap doa dan gerakan hati kita, Allah Maha mengetahui hal apakah yg terbaik dan paling pas terhadap kondisi kita, kondisi kebutuhan, kondisi keimanan kita; dan itulah yg Allah berikan kepada kita, karena Allah maha Bijaksana. Dan di situlah LATHIF(maha lembut)nya Allah. Orang2 yg tak mau bersabar sering terjerumus kepada prasangka buruk kepada Allah hingga semakin jauhlah ia dari Rahmat Allah.

Mari kita selalu bersabar terhadap ketentuan Allah, karen itulah yg terbaik dan paling pas terhadap kondisi kita; dan selalu berprasangkat baik kepada Allah, niscaya Rahmat dan pertolongan Allah akan selalu menyertai kehidupan kita. insyaAllah…

Wallahu a’lam boshshowab.

Surat buat Si Kembar


Alhamdulillah si kembar sudah lahir 31 Maret 2008 kemarin melalui operasi sesar. Selamat datang 2 Bidadari kecilku, kehadiranmu tlah lama kami tunggu, menjadi pelita di tengah harap ayah dan ibumu. Menjadi lebih lengkap kebahagiaan ini… Ya Allah syukron laka ‘ala kulli Fadllika ‘alaina.

Kuberi kalian nama Farah Aulia Zahrah dan Sarah Aulia Zahrah. Farah artinya Senang/bahagia; Sarah kami ambilkan dari nama istri nabi Ibrahim. Aulia merupakan kata jamak(bentuk banyak) dari Wali yang berarti kekasih/wakil; kami maksudkan di sini adalah kekasih-kekasih Allah. Zahrah kami ambilkan dari nama putri Nabimu Muhammad SAW, Siti fatimatuzzahrah merupakan titisan nur Allahmu yang dititipkan melalui sulbi Muhammad, Nabimu Muhammad sering menciumnya karena bau surga yang tercium. Julukannya pun adalah Ummu Abiha (ibunya Bapaknya), sebuah ungkapan betapa siti Fatimatuzzahrah betul2 memulyakan ayahnya (Muhammad SAW). Kami berharap engkau pun meneladaninya terhadap ayah dan ibumu kelak kalian dewasa. Sejak dalam kandungan, ayah ibumu selalu berdoa, selepas sholat, selepas membaca Firman Tuhanmu agar kalian menjadi ahlul quran : Pandai dan rutin kalian melantunkannya, akhlaq kalian pun gambaran darinya, dan kami pun berkeinginan semoga Allah menganugerahkan Alquran berada dalam hati dan ingatan kalian. Begitu juga, ayah ibumu memintakan ampun terhadap dosa-dosa kalian walau kalian belum lahir ke alam dunia ini, mudah-mudahan dengan doa itu Allah menjaga kalian dari dosa. InsyaAllah dengan ijinNya Allah pasti akan mengabulkan.

Yaa Sami’ Yaa Bashiir, Yaa Fa’ ‘alul limaa yuriid…Jadikan mereka kekasih-kekasihMu, yang kau anugerahi Nur-Mu, Nur KalamMu, Nur Muhammad dan Nur kekasih-kekasihMu lainnya terpantul melalui hati-hati mereka hingga tampak kelembutan KekuasaanMu… Amin Allahumma Amin…

Restu ayah ibumu selalu menyertai kalian.