اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
Alhamdulillah… sudah masuk hari ke 4 bulan yang mulia, bulan kelahiran Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Robiul awwal menjadi mulia karena lahirnya manusia mulia, pembawa kabar gembira dan peringatan serta menjadi rahmat bagi sekalian alam. Dalam sebuah hadits, Dari Jabir disebutkan Nabi SAW Bersabda: “wahai Jabir, sesungguhnya makhluk pertama yg diciptakan Allah adalah Nur Nabimu Muhammad SAW”.
Sebelum alam jagad raya ada, ketika Allah hanya dalam “kesendiriannya”, diciptakanlah Nur Muhammad, yang karena keindahannya pulalah akhirnya Allah juga menciptakan makhluq2 lain, termasuk alam jagad raya ini. Makhluk pertama, akan tetapi diturunkan di akhir zaman, subhanallah… Maha Suci Allah Sang Maha Sutradara… dan berbahagialah kita menjadi umat beliau, yang senantiasa memberikan syafaat kepada umatnya di dunia dan akhirat kelak, dg ijin Allah insyaAllah….
Muhammad pembawa risalah langit, Allah hiasi dengan akhlaq yang mulia, dan diutus untuk menyempurnakan akhlaq yg mulia (انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق). Kita umatnya WAJIB menghiasi perangai kita dengan akhlaq yg mulia. Sebagai bukti kecintaan kita pada beliau, sebagai bukti kepatuhan akan risalah yg beliau bawa. Kehadirannya dirindukan, sorot matanya penuh kasih sayang, tutur katanya meneduhkan, syafaatnya pun dinantikan. Manusia agung pembawa panji Islam, agama tertinggi yang tiada agama lain yg melebihi ketinggiannya. Allah dan malaikatNya bersholawat kepada Nabi, kita manusia yg mengaku beriman diajarkan utk bersholawat dan bersalam dengan sebenar salam atas Beliau.
Yang mengaku cinta, ayo teladani akhlaq Nabi. Yang mengaku taat, ayo teruskan risalahnya… kepada diri, anak, istri, suami dan kepada lingkungan. Hadirkan “RASA MUHAMMAD” dalam diri ini, sebagai pantulan “sosok” Nabi termulia. Keimanan yang kuat akan Allah, akan janji Allah, akan ketetapan Allah, selalu berhusnudzdzon, selalu memaafkan, menyantuni dan memberi petunjuk.
Muhammad telah sampaikan janji Allah akan balasan yg baik dari Allah, bagi siapa saja yang menetapi jejak langkahnya: pertolongan dari Allah, perlindungan dari Allah, Rahmat dan kasih sayang Allah, perjumpaan dengan Rasul Allah, dan kenikmatan hakiki… perjumpaan dengan Allah di surga kelak. Ya Allah … perjumpaan itu kurindukan… kan kubawa anak istriku bersamaku… kepadaMu…
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
Kategori: Evaluasi Diri · Tauhid
yang berkaitan: muhammad, nabi
Allahu Akbar…!!!
Hasil penelitian para ilmuan berhasil mendeskripsikan alam jagad raya dalam beberapa gambar berikut; Alam jagad raya sebegitu luas dan besarnya…. seberapa besarkah (kesombongan) kita dihadapanNya…???





Kategori: Evaluasi Diri · Tauhid · my Inspiration
yang berkaitan: bumi, galaxy, matahari, sombong
tulisan ini menjawab permintaan dari sdr ridwan yg sudah hengkang ke NEC
(Mudah-mudahan tidak terkesan menggurui… )
Bacaan tasbih, tahmid dan takbir merupakan bacaan-bacaan terpuji (kalimah thoyyibah). Untuk dapat menghayati ketiga dzikir di atas mari kita tinjau pengertian dari masing-masing kalimah di atas:
-Subhanallah : Maha Suci (Engkau) Allah
dalam kita berdialog dengan Allah, baik dalam sholat maupun dalam dzikir, puji-pujian, yang perlu kita tekankan ada plus (+) dan minus (-). plus di sisi Allah minus di sisi kita, hambanya. Kalau di dalam sholat, mengingat waktunya singkat, di saat kita baca diusahakan dalam benak kita langsung terlintas dan dirasakan ke-Maha SucianNya (dari sifat lemah, salah, butuh dll) dan pengakuan sifat lemah kita, salah dan butuh kita padaNya. 2 task sekali waktu (berbarengan)
Saat kita baca subhanallah….dg teringat tafsirnya, kita paparkan dalam hati….Maha suci engkau Ya Allah, hanya engkaulah yang suci, diriku kotor ya Allah…
Subhanallah… Maha suci engkau dari sifat lemah, sedang kekuatanku tiada apa-apanya di hadapanmu…
subhanallah… Maha suci engkau dari mendlolimi, akulah hambamu yang dlolim…
- Alhamdulilllah : segala puji untuk(mu) Allah
kata ” li” dalam bahasa arab, utk bacaan tahmid bisa berarti untuk, bisa juga berarti milik. Alhamdulillah = segala puji hanya untukMu ya Allah, atau segala puji hanya milikmu. Mari kita tengok ke dalam diri kita, ketika kita mendapat nikmat, atau kabar gembira, saat kita mengucap alhamdulillah, yg terpikir di benak kita itu kita memuji Allah karena telah memberi nikmat atau kabar gembira saja, ataukah ada penjabaran yang lain. Dalam hampir semua tulisan-tulisan sebelumnya penjabaran itu selalu saya kedepankan, karena dari penjabaran itulah RASA bisa hadir, pemahaman dan keyakinan menjadi kuat. Misal ketika kita mendapat rizki tambahan, terucap Alhamdulillah… di hati dan pikiran kita spontan berkata : Terimakasih Ya Allah, segala puji hanya untukmu Wahai Tuhan yang Maha pemurah, Maha tahu akan kebutuhanku, Maha bijaksana dalam semua ketetapan-ketetapanMu, dst…..
Ada hal lain yang bisa dipraktekkan agar “Alhamdulillah” bisa mencegahkita dari “kibr” alias sombong, terutama ketika mendengar pujian dari orang lain. Yaitu kita langsung menterjemahkan nya menjadi : Segala puji hanya milikmu Ya Allah, bukan milikku. Ketampanan/kecantikan (misal orang memuji ketampanan/kecantikan kita) ini milikmu Ya Allah, kepandaian ini milikmu Ya Allah tak pantas aku menyombongkannya dan merasa besar diri di hadapanMu ataupun dihadapan yg lain.
-Allahu Akbar : Allah Maha Besar
Kata “Akbar” merupakan bentuk “the most” dari Kabir, yang artinya besar; maka artinya paling besar, karena untuk Tuhan menjadi Maha Besar. Dalam konteks yang lain berdasar Wazan nya kata Akbar juga bisa berarti lebih besar.
Saat kita ucapkan Allahu Akbar, terucap juga dalam diri kita: “Ya Allah… engkau yg Maha besar, Aku kecil ya Allah, tidak ada seper-berapa-punnya dibandingkan Engkau…Kalau kulihat diriku dan luas tanah lapang yg ada didepanku sudah tak berbanding, apalagi diukur dengan luas seluruh daratanMu di bumi, langitMui…, sistem tata surya…, gugusan-gugusan galaksi….Ohh…Ya Huw…. Allaahu Akbar… Sungguh besar kekuasaanMu yg telah menciptakan alam jagad yang Maha besar, kutundukkan diriku, pasrah akan segala ketetapanMu. dst… “
Dzat Allah hanya Allah yg tahu, dan kita dilarang untuk memikirkannya. Kita dianjurkan untuk memikirkan ciptaan-ciptaannya untuk mengambil ‘ibroh atau pelajaran darinya, yang mendekatkan pemahaman kita akan ke-Maha-an Allah.
Wallahu a’lam bishshowab.
Kategori: Evaluasi Diri · Nasehat Sang Bapak · Tauhid
yang berkaitan: alhamdulillah, allahu akbar, subhanallah, tahmid, takbir, tasbih
ketika tetanggaku belum selamat dari cacimaki dan onggokan-onggokan kotorku, sudah muslimkah aku???
ketika masih banyak tetangga kelaparan sedang diriku tergeletak kekenyangan, sudah muslimkah aku???
ketika saudara seiman tersesat dan kubiarkan ia, sudah muslimkah aku???
ketika sekitarku tidak merasakan ketentraman akan kehadiranku, sudah muslimkah aku???
ternyata diriku masih mengaku-ngaku
sebagai muslim barulah LABEL
jejaknya pun hanya fatamorgana
Saatnya kini kuikrarkan sejatinya kemusliman itu…
akulah seorang muslim, tegap jalanku, lurus pandanganku jauh ke depan, percaya diri selendangku, karena Allahku selalu menyertaiku.
Akulah seorang muslim, rajin belajarku, giat kerjaku, cerdik berpikirku, karena seluruh raga ini amanahNya.
Akulah seorang muslim, rendah hati akhlaqku, santun tingkahku, jujur lisanku, karena junjunganku Muhammad SAW mengajariku.
Akulah seorang muslim, perkataanku meneduhkan, sesama seiman saling menyayangi, berlain iman menghargai dan menghormati, karena Rahmat Tuhanku meliputi segala sesuatu.
sebagai muslim akulah bunga pengharum itu
akulah pohon peneduh itu
akulah cahaya itu
akulah selimut itu
Kategori: Nasehat Sang Bapak · puisi
yang berkaitan: iman, muslim
Alhamdulilllah berkat kecanggihan teknologi, saya bisa mengintip wajah calon anakku, sayang hanya satu yang bisa diphoto, karena satunya lagi tengkurep :). Sengaja saya pajang foto “alam rahim” ini , mudah-mudahan kelak begitu dia sudah besar*kalau Allah menghendakinya* bisa memahami akan ketidakberdayaannya, betapa dulu dia lemah, dan tak mampu apa-apa, hanya pasrah akan apa yang dia terima; agar tiada kesombongan bersarang di dadanya, agar sadar akan kebesaran Allahnya sehingga sifat rendah hati dan tawadlu’ menjadi selendang kehidupannya, menjadi sebenar-benar hamba Allah. Allahumma Amin…Mohon sambungan doanya yach.. saudaraku sekalian…. (Syukron, Thank you, terimakasih, matur nuwun, mator sakalangkong)


Kategori: Seputar Anak
yang berkaitan: USG, Fetomaternal, Hermina Jatinegara, USG 3D, ultrasonografi
Dalam sebuah kaidah ilmu fiqh disebutkan : “Ma laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwal wajib” (Apa-apa yang tidak sempurna sesuatu yg wajib kecuali dengannya maka hukum dia adalah wajib)
Satu contoh kasus yang menerangkan kaidah di atas adalah WUDLU. Ashlinya hukum wudlu tidak disebutkan, akan tetapi karena sesuatu yg wajib (Sholat) menjadi tidak sah/sempurna kecuali dengan wudlu, maka wudlu pun hukumnya wajib. Kemudian bagaimana dengan Bahasa Arab??
Guru-guru ngaji saya banyak yg berpesan: cintailah bahasa arab, karena bahasa nabi dan bahasa Ahli surga adalah bahasa arab. Dulu belajar bahasa arab pun ya sekedar belajar, sekedar bisa ngomong arab dengan temen sekelas madrosah yg kebanyakan turunan arab. Setelah diselami makna lain dari pesan guru ngaji saya itu, baru saya sadari; bahasa kitab suci kita Al-Qur’an berbahasa Arab, lafal dalam sholat kita adalah bahasa arab, termasuk Ijab Qobul dalam akad nikah afdlolnya adalah bahasa Arab. Apa jadinya kalau kita membaca al-quran tapi tak tahu yang dibaca? apa artinya kita sholat tapi apa yang kita lafalkan tak kita pahami, atau terutama bagi yang “sok” kem-arab, istilah jawa, ijab qobul waktu akad nikah menggunakan bahasa arab tapi tak tahu yg dia omongkan; apakah itu yang namanya ijab qobul? sah tidak ijab qobul seperti itu?
Melalui tulisan ini saya ingin menggugah kesadaran akan pentingnya bahasa Arab. Undang-undang kehidupan beragama kita (Al-Quran) adalah berbahasa Arab. Seandainya yang kita baca dari ayat-ayat al-Quran kita ketahui dan pahami, tentu insyaAllah kita tidak akan tergelincir karena punya pegangan dan mengerti yang kita pegang. Ada sedikit metoda agar ibadah kita menjadi lebih nikmat, yaitu menjadikan bahasa arab sebagai bahasa pertama; maksudnya saat kita mengaji atau melafalkan lafal arab dalam sholat misalnya, tidaklah kita membaca arabnya dulu kemudian dalam pikiran menterjemahkannya ke bahasa yang dimengerti, kalau begini, bahasa arab butuh 2 langkah utk “dimengerti”.
Minimal yang perlu kita pahami adalah bacaan sholat dan dzikir-dzikir, dan mulai mencicil Al-quran kita. Sesuatu mudah diingat dan menjadi hafal “bit-takrir”-dengan mengulang-ulangnya. Kalau ada kesungguhan insyaAllah Allah akan mempermudah kita untuk memahami bahasa Al-Quran dalam rangka mendekatkan diri kepadanya.
Wallahul muwaffiq ilaa aqwamiththoriq.
Bacaan akad nikah bahasa Arab :
(قبلت نكاحها تزوئجها بالمهرالمذكؤر حالا , Qobiltu nikaahaHaa watazwiijaHaa bilmaHril-madzkuur haalan: aku terima nikah dan kawinnya [Dia Perempuan, yg namanya disebutkan oleh wali perempuan] dg mahar yang disebutkan [saat ijab wali harus menyebutkan terlebih dahulu apa maharnya, kl tidak kita harus menyebutkan apa maharnya. misal alat sholat : maka kata المذكؤر diganti dengan عدوات الصلات: 'adawaatishsholaH] tunai )
Untuk belajar bahasa Arab silahkan ikuti tautan berikut :
http://www.freewebs.com/arabindo/arabindoframe.htm
Kategori: Opini
yang berkaitan: arab, bahasa arab, wajib
Semalem habis dari ngaji bulanan di kotabumi tangerang, baru sampe rumah jam 1 malem… hujan… dingin…ngantuk…(sekali jalan 40km naek motor)
Tapi sungguh kubersyukur, selalu ada kebahagiaan sepulang dari sana, ada kelegaan dan kepuasan dalam dada. Di majelis tadi malam, rasanya tak berlebihan kalau kubilang di situlah riyadlun min riyadlil jannah (taman dari taman sorga), suatu majlis yg di dalamnya kita diajak untuk mengenal siapa Allah kita, bagaimanakah seharusnya kita bertuhan, seharusnya kita berislam, seharusnya kita meneladani Rosulullah, bagaimana menjalani hidup… juga disertai dzikir dan munajat bersama, duh syahdunya… Betapa bulu kuduk sering berdiri, betapa air mata sering menetes, betapa hati ini selalu tergetar… semua diingatkan akan Allah, akan dosa-dosa, akan orang tua, anak, istri, dan akan bangsa ini.
Lanjut Baca Klik di Sini
Kategori: Evaluasi Diri · Nasehat Sang Bapak
yang berkaitan: hati, membersihkah hati
Rasulullah SAW bersabda:”Perbaharui iman kalian dengan laa ilaaha illallah…”Pertanyaan manakah yang benar, apakah : bagaimanakah laa ilaaha illallah mampu memperbarui iman kita? ataukah : laa ilaaha illallah yang bagaimanakah yang bisa memperbaharui iman kita. Yang pertama menjadi subjek, yang kedua, laa ilaaha illallah menjadi objek.
Kalimat tahlil (laa ilaaha illallah, red) sebagai subjek perlu pengetahuan spiritual yang sangat tinggi untuk mengungkapnya, yang paling pas bagi kita adalah bagaimana menjadikan kalimat tahlil ini sebagai media kita menuju peningkatan iman kita. Salah satu komponen dari tahlil yang perlu ditekankan di sini adalah di kata ilah, yg biasa diartikan “TUHAN”. Untuk menjabarkan kaliamat “Tiada Ilah/Tuhan selain Allah”, kita harus merujuk ke pengertian asal katanya, yaitu dalam bahasa Arab.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan definisi al ilah sebagai berikut: Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati; tunduk kepadanya, merendahkan diri di hadapannya, takut dan mengharapkannya, kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan, berdo’a dan bertawakkal kepadanya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan dari padanya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya. (Dr. Yusuf Qardawi: “Tauhid dan Fenomena Kemusyrikan, (Haqiqat Al-Tauhid) terjemahan H. Abd. Rahim Haris, Pustaka Darul Hikmah, Bima, hal. 26 - 27).
Lanjut Baca Klik di Sini
Kategori: Nasehat Sang Bapak · Tauhid
dari duka dan lukaku
dari suka dan citaku
kini kusadari
apa selama ini tersembunyi
Belaian kasih sayangmu demiku
sapaan manismu demiku
ancamanmu demiku
tamparanmu demiku
Lanjut Baca Klik di Sini >>
Kategori: Tauhid · my Inspiration
yang berkaitan: Allah, Bapak, Ibu
Untuk menghilangkan penyakit hati : iri dengki, takabbur, sombong, hubbuddunya, malas beribadah dll.
- Setiap malam jumat diawali dan ditutup dengan Sholat sunnah
- Tebus Istighfar 3000/6000/9000x
———-
Lanjut Baca Klik di Sini>>
Kategori: Evaluasi Diri · Nasehat Sang Bapak
yang berkaitan: Evaluasi Diri, istighfar