Hidup seKilas

Hukum Sebab Akibat dan Takdir Allah

Juli 18, 2008 · & Komentar

Tulisan ini diilhami pertanyaan temen satu kantor, apakah takdir itu dan bagaimanakah sikap kita terhadap takdir ini. Mungkin kita semua tahu bahwa takdir adalah ketentuan/ketetapan Allah atas kejadian apapun yang menimpa makhluknya, termasuk manusia dan kita harus mengimaninya. Keberhasilan kita adalah ketetapan Allah, begitu pun kegagalan kita juga adalah ketetapan Allah. Dalam keterangan yang lain disebutkan bahwa semua yang terjadi di dunia ini, alam utk skala lebih besar, sudah tertulis di lauh mahfudz, katanya, semenjak dunia/alam diciptakan. Dalam nash yang lain disebutkan pena2 sudah diangkat dan tinta2 sudah kering. Hal ini menunjukkan bahwa ketetapan itu tak dapat dirubah.

Bagaimanakah kita menyikapi keterangan ini, percuma kita bersusah payah, rajin belajar, bekerja keras, toh semua sudah di atur. *sebelumnya mari kita senyum dulu…, tarik nafas…, jernihkan pikiran* :D

sebagai Muslim kita wajib percaya terhadap semua keterangan yang diberikan Allah, baik melalui Alquran, hadits qudsi, maupun hadits nabi. Pena2 sudah diangkat, benar….tinta sudah kering, benar…. hanya saja kita harus cermat dan sadar diri kalau kemampuan kita terbatas. kita seringkali hanya bisa melihat hasilnya saja dan kurang mampu melihat prosesnya. kita hanya tahu dia sukses, dia gagal, dia kecelakaan dll. Ada satu kata kunci yang perlu kita lihat juga, yaitu hukum sebab akibat. Hukum sebab akibat adalah sunnatullah, ketetapan Allah juga. Dalam alquran diterangkan: segala sesuatu ada sebab dan segala sesuatu akan mengikuti sebab itu. dari sini perlu ada pertanyaan : mengapa dia sukses, mengapa dia gagal, mengapa dia kecelakaan dll.

Apakah hukum sebab akibat bertolak belakang dengan keterangan ttg pena2 yg sudah kering? jawabannya adalah TIDAK. Justru di sinilah-kalau kita mau cermat-betapa Maha Kuasanya Allah, Maha LATHIF nya Allah, Maha Tahu-nya Allah, Maha segala-galanya Allah. ketetapan Allah itu sedemikian detail dan sangat logis bagi manusia.
Subhanallah…sungguh diri ini kecil Ya Allah,
maafkan kebodohan kami hingga kami sering salah sangka padaMu Ya Allah
sering berbuat sombong di muka bumi ini
kami sombong hingga tidak menghiraukanMu
kami sombong hingga berani melanggar laranganMu…tak peduli kepada saudara seiman, bahkan saling membunuh.
Berikan kami hidayahMu Ya Allah…
Islam agama yg kau ridloi adalah agama yg paling logis dan agama yg cinta damai

Kategori: Evaluasi Diri · Tauhid
Ditandai: , , ,

6 tanggapan so far ↓

  • I-ONE // September 7, 2008 pada 2:22 pm | Balas

    Assalamualaikum,
    Numpang lewat & salam kenal Mas …
    Sedikit nambahin aja..

    Ketetapan Allah ( takdir ) ada yang tidak bisa diubah (qadar) dan ada yang masih bisa diubah (qadla).
    Qadar sangat sangat erat dengan “pena pena sudah diangkat & tinta tinta sudah kering” artinya sudah tidak dapat dirubah karena Allah punya skenario di luar perkiraaan kita ) contohnya kita di lahirkan dari rahim siapa, berkulit negro/cina/putih, kita dilahirkan laki2 atau perempuan,bumi diciptakan bundar ( bukan hanya manusia saja yang menjalani takdir). Sedangkan Qadla sangat erat dengan ” Tuhan tidak merubah nasib suatu kaum jika meraka tidak merubahnya” dalam hal ini hukum sebab akibat (sunatullah) yang berlaku, contohnya kita jadi orang bodoh/pintar, kaya miskin, maju atau tertinggal dll. Tetapi Qadla pun tetap melibatkan Allah, artinya kehendak kita /usaha kita masih terbatas, Allah masih berperan dalam menentukan hasil usaha kita karena Dia lebih tahu yang terbaik, tugas kita adalah ikhlas dengan apa yang ditentukanNya setelah berusaha maksimal.
    Setiap kejadian tertulis di lauh mahfudz, sebagai manusia yang diberi sedikit kehendak, tinggal kita aja yang memilih, mau masuk sistem yang baik/takwa atau buruk/fujur, secara otomatis sistem/sunatullah akan berlaku sesuai dengan yang dituliskan/dirumuskan Allah di lauh mahfudz. Allah tidak pernah menyiksa hambaNya, semua akibat perbuatan mereka sendiri.

    Wassalam
    I-ONE

    wa’alaikum salam wr wb

    Alhamdulillah…silahkan masuk sdr iwan :D
    apa adanya aja yah, anggap rumah sendiri, heheh

    yup, thx tambahannya, mdh2an membuka cakrawala pemikiran kita semua

  • I-ONE // September 9, 2008 pada 12:00 pm | Balas

    Makasih mas tumpangannya….
    just info … kalau nggak repot bisa kunjungi blog saudara kita : http://www.padhangjingglang.blogspot.com

    kapan kapan numpang lagi ya….
    wasssalam

  • wiwid raharjo // Maret 25, 2009 pada 1:32 pm | Balas

    Assalamualaikum,
    very nice…..

    pye kabare rek…!
    kebetulan nemu di google.
    masih ingat kita waktu bikin tugas akhir….!
    ngprint sharing….

  • fauzan // April 22, 2009 pada 5:13 am | Balas

    HEBAT2

  • joni // Juli 12, 2009 pada 5:12 am | Balas

    mengenai Ketentuan Allah atau takdir, kita dapat memaknai dari mana sudut padang kita didalam mensikapinya,
    seperti kita ketahui dan sepakati bersama dalam beberapa literatur, bahwa awal dari penciptaan alam semesta dan segala isinya adalah pena, kemudian Allah SWT membuat rancangan yang mulai dari akhir, yaitu sesuatu yang diciptakan(dengan segala karateristiknya/ prototipe yang sama sekali berbdea pada setiap yang dicptakannya walaupun dari jenis yang sama, kemudian proses terjadinya( Awal), jadi setiap makhluk yang diciptakanNya memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda dengan maksud dapat saling mengisi satu sama lainnya (berpasang-pasangan)
    Jika kita melihat dari kacamata Allah Swt, Allah sudah tahu betul mulai dari kejadian (kelahiran) hingga berakhirnya (kematian) itulah sebabnya Allah swt digambarkan dalam Al Quranul karim sebagai Allah yang maha mengetahui, dan Allah Swt yang menentukan atas segala sesuatunya.

    Sedangkan menurut sudut pandang makhluk ciptaannya mereka hanya dapat sekedar menjalankan sunatullah yaitu (ketentuan/ hukum Allah/ hukum alam)

    Sebagai ilustrasi, :
    Dua keluarga hendak menjodohkan anak mereka, maka dirancanglah pertemuan anak-anak mereka tanpa diketauhi hingga akhirnya sampailah mereka kejenjang pernikahan, disini jelaslah bahwa dair sudut pandang orang tua, mereka tahu betul akan rencana perjodohan tesrsebut, namun bagi kedua mempelai atau anak-anak mereka peristiwa itu adalah suatu kebetulan belaka.

    Wallahu alam bi sawab

  • muslimah // Oktober 2, 2009 pada 3:10 pm | Balas

    assalamualaikum Wr.Wb memang smua ini sudah di tentukan oleh Allah Swt.itulah salah satu tanda-tanda kekuasaan dan kebesaranNya.belajar dari kehidupan sehari-hari banyak sekali kejadian-kejadian yg tak terduga.bagaimana sebabnya dan bagaimana akibatnya.bagi Allah apa yang gak mungkin.jika dia berkata “KUN FAYAKUN”maka jadilah.kita adalah hamba yang lemah kita tidak bisa berbuat apa-apa atas kehendakNya.kita hanya bisa pasrah dn sabar.tapi saya yakin dari kejadian-kejadian atau cobaan yg ada di sekeliling kita,Allah ingin menunjukkan kasih sayangNya pada kita.tergantung kita bagaimana cara mnyikapinya.Allah pernah berfirman.”barang siapa yang mensyukuri nikmatku maka akan kutambah nikmatku,dan barang siapa yang kufur atas nikmatku maka azabku sangat pedih”.mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu berfikir.mudah-mudahan kita termasuk hamba/kekasih Allah.Amiiin… Wallahu alam bi sawab.

    Sepakat ukhty…. spirit yang harus kita tanam adalah kita harus terus berkarya... kita tidak tahu takdir Allah seperti apa, namun demikian… sunnatullah2 itu sudah ditetapkan, kalau mau pinter ya belajar…walau bisa jadi Allah berkehendak tiba2 kita jadi orang pinter….. Ketika kita berusaha, disertai niat dan kepasrahan, lalu berhasil, kita wajib bersyukur… tapi jika gagal, kita tetap wajib bersyukur, ikhlas dan sabar… :)

Tinggalkan sebuah Komentar