اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
Persepsi pertama saya dan mungkin anda juga akan tertuju pada sebuah musibah, baik kematian ataupun kejadian-kejadian lain yang menyedihkan. Tidak salah memang kalau kita mengucapkan kalimah tersebut saat ada yg meninggal atau terkena musibah. Ada sisi lain yang (mungkin) terlewatkan yg sebenarnya sangat penting memaknai kalimah itu. Yuk kita telusuri…
انالله و انا اليه راجعون kalau kita terjemahkan secara harfiah: “sesungguhnya kami(aku) milik/untuk Allah dan sesungguhnya kepadaNya kami kembali”.Kata “Inna” dalam bahasa arab menunjukkan penegasan terhadap kata setelah inna. Kata “li” (seperti pernah dibahas pada tulisan sebelumnya pada penjabaran Alhamdulillah bisa berarti milik atau untuk. Ketika kita mengartikan “li” menjadi milik berarti kalimah innalillah wa inna ilaihi rojiun menyatakan bahwasanya kita milik Allah. Karena kita milik Allah, maka kita pun harus tunduk kepada pemilik kita. Hidup kita, nyawa kita, seluruh anggota tubuh kita, akal, hati, dan apapun yang kita miliki pada hakikatnya adalah milik Pemilik kita, Allah. Begitu juga dengan anak istri, semua kekayaan kita.
Setiap waktu, atau minim setiap pagi, saat mengawali hari, ikrarkan pengakuan bahwa kita adalah milik ALLAH… Jika rutin kita lakukan, maka rasa bahwa kita adalah milik Allah, akan terukir dalam hati dan benak kita; jika rasa bahwa kita adalah milik Allah kuat maka selanjutnya akan timbul bahwa semua yg ada atau melekat pada diri kita adalah titipan Allah, jika rasa bahwa semua yg berkaitan dengan diri kita adalah titipan Allah maka akan lahir rasa menjaga Amanah, kesombongan pun memudar. Jika rasa menjaga amanah mengakar di hati, akan lahir lagi kehati-hatian. Dengan kehati-hatianlah… kita akan selamat, di dunia dan akhirat…. insyaAllah.
Wallahu a’lam bishshowab.

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Tinggalkan Komentar