Sebesar apakah (kesombongan) kita?
Februari 25, 2008 · 19 Komentar
Kategori: Evaluasi Diri · Tauhid · my Inspiration
Tagged: bumi, galaxy, matahari, sombong
Kategori: Evaluasi Diri · Tauhid · my Inspiration
Tagged: bumi, galaxy, matahari, sombong
19 tanggapan so far ↓
sufipejuang // Februari 26, 2008 pada 7:13 am
Tuhan…janganlah Kau biarkan kami terus dalam kegelapan…..
btw,
Pak mampir dunk ke Majalah Kawan Sejati. BElum selesai di upload 100% sih. Tapi sudah bisa di singgahi
http://majalahkawansejati.wordpress.com/volume-9-12/
Sawali Tuhusetya // Februari 27, 2008 pada 12:48 pm
wah, postingan kali ini mas ansori memadukan antara sains dan agama. wew… memang kreatif, mas ansori. btw, kalao lihat gambar itu, mestinya kita makin bersikap rendah hati dan makin menyadari sebagai insan yang dhaif. tapi ironis juga yah. kesombongan san sikap takabur agaknya selalu muncul di setiap zaman dan peradaban.
Fakhrurrozy // Maret 1, 2008 pada 1:50 am
Jangankan besar, sedikitpun makhluk manusia yg fakir dan dhoif tidak boleh bahkan pantas mengenakan “Pakaian” yang hanya layak untuk dikenakan oleh Allah SWT.
Semoga Allah lindungi kita dari hal demikian meski hanya sebesar atom di dalam hati..amin Allahumma amin..
Ansori // Maret 1, 2008 pada 2:01 am
@sufipejuang…
Amin… Allahumma nawwir quluubana…
majalahkawansejati smpeyan jg yg kelola ya… sip sip sip… menambah hazanah pengetahuan kita ttg dunia islam
@Pak Guru Sawali…
Benar pak… apalagi kl dipuji2 orang… tambah lebar nih telingaa
hati ini harus sering2 diingatkan…
@Fakhrurrozy
Amin…
Ersis W. Abbas // Maret 1, 2008 pada 2:02 am
Wow … tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah SWT telah tersimpan di jagat raya. Soalnya, sebagai manusia kita belum mampu menyangkautnya; memahami tanda-tantaNya saja belum, appalagi Dia. Kita memang selaluhars berusaha, tul ngak? Salam.
ansori // Maret 4, 2008 pada 2:43 am
Betul boss…
tapi masalahnya lagi.. yg sering menyingkap bukti kekuasaan Allah adalah orang-orang barat yg kebanyakan non islam… sedih juga melihatnya…. Mudah2an gerakan menulis yg digalakkan Bang Ersis menjadi salah satu tonggak kemajuan pola berpikir umat islam di indonesia ini pada khususnya…
anggavantyo // Maret 4, 2008 pada 4:38 pm
BAGUUUUUUS BANGET!!!
keren.. waduh, kita berarti kecil banget ya..
kasian semut, lebih kecil lagi..
apalagi bakteri.. sungguh kasian..
hhe..
salam kenal..
Mau ngunjungin situsku+kasih komen??
realylife // Maret 5, 2008 pada 9:18 am
Alhamdulillah , ada yang mengingatkan betapa kecilnya kita ini
semoga kita menyadari kekerdilan kita sebagai manusia
itu saja
pink // Maret 5, 2008 pada 6:59 pm
Tuhan emang Maha Besar yah? Salam kenal
rasanrasan // Maret 5, 2008 pada 7:44 pm
Barangkali tingkat kesombongan kita sebesar apa yang kita “pikirkan”, sebuah perenungan yang membuat kita kembal ke “dasar”, fitrah manusia. Dari sesuatu yang suci, menjadi bernoda dan kembali ke kesucian. Amii….nnn
bening1 // Maret 8, 2008 pada 1:07 pm
Kesombongan timbul ketika seseorang ‘lupa’ bahwa Allah ada.Jika dia selalu ingat bahwa Allah ada,Allah Maha Kuasa,Maha Besar,Maha Melihat dan Mengawasi.. tentunya kesombongan itu dapat dikikis. Oleh karena itu mari senantiasa berusaha mengingat Allah,dimanapun,dalam keadaan apapun.. insyaAllah,ketika muncul karat-karat kesombongan di hati bisa dibersihkan.
” Ingat Allah > Bersihkan Hati” http://bening1.wordpress.com
aboutmiracle // Maret 10, 2008 pada 8:06 am
kalau kita tahu kita terbuat dari apa…lebih lagi kita akan mengkerut mas…
ansori // Maret 11, 2008 pada 2:50 am
@realylife :
Kesombongan sekecil apapun mampu mencegah siapapun utk mendapat nikmat surganya
@pink:
Tuhan Maha besar kekuasaannya, tiada sekutu akan kebesarannya
salam kenal juga… blognya pink banget yah…
@rasanrasan:
Bisa juga lebih dari yg kita pikirkan… karena banyak terlena
@bening1:
mari… saya diingatkan terus yah…
@aboutmiracle:
dari barang yg hina…:(
Cabe Rawit // Maret 11, 2008 pada 3:30 am
Hallo bang… sehat? udah lama ane hiatus… jadi gak sempet nengok ke sini…
BTW, ane lama mengamati skrinsyutnya, keren… bikin tergetar hati. Itu baru penggambaran secuil tentang dunia. Bagaimana dengan Arasyi, Kursy… dan bagaimana dengan keagungan Sang Khaliknya…
ansori // Maret 11, 2008 pada 4:23 am
dapet ape bang habis hiatus? tambah pedes??
yg diciptakan aje dah segitu gede…padahal di dunia yg kite tau aje ada benda2 yg superkecil yg tak nampak mata kite…subhanallah
penyejukmata // Maret 21, 2008 pada 10:20 am
sumbernya apakah dari sini : http://www.rense.com/general72/size.htm ?
Ansori // Maret 24, 2008 pada 3:10 am
saya dapat dari milist..
Ahmad Zamroni Farouq // Maret 25, 2008 pada 8:15 am
duh Gusti,
ampun kan aku
karena semalam telah aku lewati dengan kehampaan hamba AKU
tiga kesempatan indahMU
kubuang percuma
kulewati hanya dengan nafsu yang tak tersalurkan
malas dan tak tahu
Illahi
ampunkan aku
hatiku penuh dengan noda dunia
tertutup materi tauhid pura-pura
ya pura-pura hati padahal sangat akal dan ingin
hingga mata hati tertutup
tak mampu sibakkan indah dan agungNYA DIKAU
tuhan kekasih hati
duli dan sudikah dikau ampunkan kotor ini ?
yang sok suci dan sok benar
yang sok tahu
padahal tak mampu sambungkan asa dan rasa
duhai cintaku
ampunkan aku
karena tak mampu ikuti irama inginMU
padahal 4 sahabat berlari kepadaMU dengan tulus
kekasih,
adakah iri padaku ?
hingga penampakan memudar dan hilang
dan DIKAU pun sembunyikan WAJAHMU
titah ajaranMU pada kekasihMU
tak mampu kurasai
tak dapat kubuktii
hilang hanya putaran dalam rasa dan asa
memabukkan,
karena kotorku
karena hinaku
karena bodohku
karena sombongku
karena tinggi hatiku
karena bakhilku
illaahii duhai kekasih cinta sang cinta
bukalah dengan kasih sayangMU
bukalah dengan ridloMU
dengan senyumMU
dengan pelukanMU
dengan timanganMU
dengan ciumanMU
sangat dahsyat dan maut
lebihi romatisme insani sepanjang sejarah
cahayaMU tampakkan agungMU
tampakkan indahMU
duhai tuhan sang kekasih kasih terkasih
adakah rinduku hanya akan terpendam ?
aku takut ……………. , CINTA
duhai CINTA sang cinta
duhai kasih terkasih
duhai sayang yang tersayang
tiadaku punya kata lagi
ujudkan asa
tak mampu
hanya sesal tak kuasa luangkan waktuMU
daku mohon kasih
diriku memelas sayang
duhai tuanku cintaku
(Selasa, 9 Desember 2003 / 15 Syawal 1424, 8:17)
Ansori // Maret 25, 2008 pada 10:05 am
(ahlan wa sahlan.. alias selamat datang saudaraku…)
duhai cintaku…
hadapkan wajahku ke wajahmu dg wajahmu