ketika tetanggaku belum selamat dari cacimaki dan onggokan-onggokan kotorku, sudah muslimkah aku???
ketika masih banyak tetangga kelaparan sedang diriku tergeletak kekenyangan, sudah muslimkah aku???
ketika saudara seiman tersesat dan kubiarkan ia, sudah muslimkah aku???
ketika sekitarku tidak merasakan ketentraman akan kehadiranku, sudah muslimkah aku???
ternyata diriku masih mengaku-ngaku
sebagai muslim barulah LABEL
jejaknya pun hanya fatamorgana
Saatnya kini kuikrarkan sejatinya kemusliman itu…
akulah seorang muslim, tegap jalanku, lurus pandanganku jauh ke depan, percaya diri selendangku, karena Allahku selalu menyertaiku.
Akulah seorang muslim, rajin belajarku, giat kerjaku, cerdik berpikirku, karena seluruh raga ini amanahNya.
Akulah seorang muslim, rendah hati akhlaqku, santun tingkahku, jujur lisanku, karena junjunganku Muhammad SAW mengajariku.
Akulah seorang muslim, perkataanku meneduhkan, sesama seiman saling menyayangi, berlain iman menghargai dan menghormati, karena Rahmat Tuhanku meliputi segala sesuatu.
sebagai muslim akulah bunga pengharum itu
akulah pohon peneduh itu
akulah cahaya itu
akulah selimut itu

4 tanggapan so far ↓
sufipejuang // Februari 11, 2008 pada 6:48 am
Untuk menjadi seorang Muslim, mudah saja. Dia melafazkan 2 kalimah Syahadah (walaupun tidak memenuhi tuntutannya) maka di adalah seorang Muslim. Dia TIDAK BOLEH disebut sebagai orang kafir.
Orang Muslim ini tidak mendapat janji apa-apa dari Allah. Orang yang Allah janjikan akan diberi macem-macem itu adalah orang yang beriman dan tertaqwa. He..he…sudah tentu orang beriman dan bertaqwa itu Muslim tetapi nggak bisa dibalik. Orang muslim BELUM TENTU beriman dan bertaqwa.
Hm…komennya dikit dulu ah. Ntar dilanjutin jadi topik tersendiri di blog saya
Sawali Tuhusetya // Februari 12, 2008 pada 9:13 am
alhamdulillah, kita hidup sebagai sesama muslim sehingga bisa saling mengingatkan dan saling berwasiat. semoga kita benar2 menjadi muslim yang benar, yang bisa memberikan ketenteraman dan kedamaian di lingkungan sekitar sehingga islam yang rahmatan lilalamiin benar2 terwujud secara nyata dalam kehidupan. Subhanallah.
alfaroby // Februari 13, 2008 pada 2:39 am
salam sejahtera untuk anda….
Cabe Rawit // Februari 14, 2008 pada 3:02 am
Sama, ane juga sering bertanya begitu ama diri ane sendiri…
Ah… salam kenal aja dari ane buat bang Ansori. Jadi inget organisasi yang ane lakonin, GP Ansor…
Tinggalkan Komentar