Hidup seKilas

Masukan dari Februari 2008

Sebesar apakah (kesombongan) kita?

Februari 25, 2008 · & Komentar

Allahu Akbar…!!!

Hasil penelitian para ilmuan berhasil mendeskripsikan alam jagad raya dalam beberapa gambar berikut; Alam jagad raya sebegitu luas dan besarnya…. seberapa besarkah (kesombongan) kita dihadapanNya…???

BUMI DAN PLANET SEKITAR

BUMI DAN PLANET LEBIH BESAR

PLANET2 DAN MATAHARI

MATAHARI DAN GALAXY

GALAXY DAN GALAXY LAIN

Kategori: Evaluasi Diri · Tauhid · my Inspiration
Ditandai: , , ,

Menyelami Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar

Februari 19, 2008 · & Komentar

tulisan ini menjawab permintaan dari sdr ridwan yg sudah hengkang ke NEC ;)

(Mudah-mudahan tidak terkesan menggurui… )

Bacaan tasbih, tahmid dan takbir merupakan bacaan-bacaan terpuji (kalimah thoyyibah). Untuk dapat menghayati ketiga dzikir di atas mari kita tinjau pengertian dari masing-masing kalimah di atas:

-Subhanallah : Maha Suci (Engkau) Allah
dalam kita berdialog dengan Allah, baik dalam sholat maupun dalam dzikir, puji-pujian, yang perlu kita tekankan ada plus (+) dan minus (-). plus di sisi Allah minus di sisi kita, hambanya. Kalau di dalam sholat, mengingat waktunya singkat, di saat kita baca diusahakan dalam benak kita langsung terlintas dan dirasakan ke-Maha SucianNya (dari sifat lemah, salah, butuh dll) dan pengakuan sifat lemah kita, salah dan butuh kita padaNya. 2 task sekali waktu (berbarengan)

Saat kita baca subhanallah….dg teringat tafsirnya, kita paparkan dalam hati….Maha suci engkau Ya Allah, hanya engkaulah yang suci, diriku kotor ya Allah…
Subhanallah… Maha suci engkau dari sifat lemah, sedang kekuatanku tiada apa-apanya di hadapanmu…
subhanallah… Maha suci engkau dari mendlolimi, akulah hambamu yang dlolim…

- Alhamdulilllah : segala puji untuk(mu) Allah
kata ” li” dalam bahasa arab, utk bacaan tahmid bisa berarti untuk, bisa juga berarti milik. Alhamdulillah = segala puji hanya untukMu ya Allah, atau segala puji hanya milikmu. Mari kita tengok ke dalam diri kita, ketika kita mendapat nikmat, atau kabar gembira, saat kita mengucap alhamdulillah, yg terpikir di benak kita itu kita memuji Allah karena telah memberi nikmat atau kabar gembira saja, ataukah ada penjabaran yang lain. Dalam hampir semua tulisan-tulisan sebelumnya penjabaran itu selalu saya kedepankan, karena dari penjabaran itulah RASA bisa hadir, pemahaman dan keyakinan menjadi kuat. Misal ketika kita mendapat rizki tambahan, terucap Alhamdulillah… di hati dan pikiran kita spontan berkata : Terimakasih Ya Allah, segala puji hanya untukmu Wahai Tuhan yang Maha pemurah, Maha tahu akan kebutuhanku, Maha bijaksana dalam semua ketetapan-ketetapanMu, dst…..

Ada hal lain yang bisa dipraktekkan agar “Alhamdulillah” bisa mencegahkita dari “kibr” alias sombong, terutama ketika mendengar pujian dari orang lain. Yaitu kita langsung menterjemahkan nya menjadi : Segala puji hanya milikmu Ya Allah, bukan milikku. Ketampanan/kecantikan (misal orang memuji ketampanan/kecantikan kita) ini milikmu Ya Allah, kepandaian ini milikmu Ya Allah tak pantas aku menyombongkannya dan merasa besar diri di hadapanMu ataupun dihadapan yg lain.

-Allahu Akbar : Allah Maha Besar
Kata “Akbar” merupakan bentuk “the most” dari Kabir, yang artinya besar; maka artinya paling besar, karena untuk Tuhan menjadi Maha Besar. Dalam konteks yang lain berdasar Wazan nya kata Akbar juga bisa berarti lebih besar.
Saat kita ucapkan Allahu Akbar, terucap juga dalam diri kita: “Ya Allah… engkau yg Maha besar, Aku kecil ya Allah, tidak ada seper-berapa-punnya dibandingkan Engkau…Kalau kulihat diriku dan luas tanah lapang yg ada didepanku sudah tak berbanding, apalagi diukur dengan luas seluruh daratanMu di bumi, langitMui…, sistem tata surya…, gugusan-gugusan galaksi….Ohh…Ya Huw…. Allaahu Akbar… Sungguh besar kekuasaanMu yg telah menciptakan alam jagad yang Maha besar, kutundukkan diriku, pasrah akan segala ketetapanMu. dst… “
Dzat Allah hanya Allah yg tahu, dan kita dilarang untuk memikirkannya. Kita dianjurkan untuk memikirkan ciptaan-ciptaannya untuk mengambil ‘ibroh atau pelajaran darinya, yang mendekatkan pemahaman kita akan ke-Maha-an Allah.

Wallahu a’lam bishshowab.

Kategori: Evaluasi Diri · Nasehat Sang Bapak · Tauhid
Ditandai: , , , , ,

Sudah muslimkah aku?

Februari 9, 2008 · & Komentar

ketika tetanggaku belum selamat dari cacimaki dan onggokan-onggokan kotorku, sudah muslimkah aku???
ketika masih banyak tetangga kelaparan sedang diriku tergeletak kekenyangan, sudah muslimkah aku???
ketika saudara seiman tersesat dan kubiarkan ia, sudah muslimkah aku???
ketika sekitarku tidak merasakan ketentraman akan kehadiranku, sudah muslimkah aku???

ternyata diriku masih mengaku-ngaku
sebagai muslim barulah LABEL
jejaknya pun hanya fatamorgana
Saatnya kini kuikrarkan sejatinya kemusliman itu…

akulah seorang muslim, tegap jalanku, lurus pandanganku jauh ke depan, percaya diri selendangku, karena Allahku selalu menyertaiku.
Akulah seorang muslim, rajin belajarku, giat kerjaku, cerdik berpikirku, karena seluruh raga ini amanahNya.
Akulah seorang muslim, rendah hati akhlaqku, santun tingkahku, jujur lisanku, karena junjunganku Muhammad SAW mengajariku.
Akulah seorang muslim, perkataanku meneduhkan, sesama seiman saling menyayangi, berlain iman menghargai dan menghormati, karena Rahmat Tuhanku meliputi segala sesuatu.

sebagai muslim akulah bunga pengharum itu
akulah pohon peneduh itu
akulah cahaya itu
akulah selimut itu

Kategori: Nasehat Sang Bapak · puisi
Ditandai: ,