Hidup seKilas

Resep Membersihkan Hati

Januari 4, 2008 · 10 Komentar

Semalem habis dari ngaji bulanan di kotabumi tangerang, baru sampe rumah jam 1 malem… hujan… dingin…ngantuk…(sekali jalan 40km naek motor)

Tapi sungguh kubersyukur, selalu ada kebahagiaan sepulang dari sana, ada kelegaan dan kepuasan dalam dada. Di majelis tadi malam, rasanya tak berlebihan kalau kubilang di situlah riyadlun min riyadlil jannah (taman dari taman sorga), suatu majlis yg di dalamnya kita diajak untuk mengenal siapa Allah kita, bagaimanakah seharusnya kita bertuhan, seharusnya kita berislam, seharusnya kita meneladani Rosulullah, bagaimana menjalani hidup… juga disertai dzikir dan munajat bersama, duh syahdunya… Betapa bulu kuduk sering berdiri, betapa air mata sering menetes, betapa hati ini selalu tergetar… semua diingatkan akan Allah, akan dosa-dosa, akan orang tua, anak, istri, dan akan bangsa ini.

Ada satu hal yg ingin kubagi, pesan dari Bapak, begitu kumenyebut Guruku, yaitu resep membersihkan hati. Hati adalah penentu. Kata baginda Nabi dalam haditsnya disebutkan: “Dalam diri manusia ada segumpal daging, jika baik daging itu maka baik seluruh amalnya, jika buruk maka buruklah segala amal perbuatannya, maka itulah hati”. Hati yang bersih, hati yang lunak, akan mudah menyerap dan memantulkan kebaikan. Oleh karena itu mari kita selalu membersihkan hati kita. Caranya…:
1. Tilawatil Qur’an (Membaca Al-quran)
Al-quran merupakan undang2 dan petunjuk/pedoman.
2. Dzikrullah (berdzikir, mengingat Allah)
Di manapun, kapanpun, dan di waktu yang khusus.
3. Sholat
Menyempurnakan yg wajib, memperbanyak yg sunnah.
4. Tawakkal
Menyerahkan segala urusan kepadaNya, berusaha menjadikan diri dan hati merasa aman bersamaNya
5. Sholawat kepada baginda nabi Muhammad SAW
Sebagai bukti kecintaan, mengharap syafaat.

Mari berusaha membersihkan hati kita, semampu kita. Sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, terus dan terus menjadikannya lebih baik … tentu saja dengan pertolongan Allah. Setelah ada tekad yang kuat dari diri kita insyaAllah, Allah pasti memberikan jalan.

Semoga bermanfaat, wallahu A’lam bishshowab.

Kategori: Evaluasi Diri · Nasehat Sang Bapak
Tagged: ,

10 tanggapan so far ↓

  • hadi arr // Januari 5, 2008 pada 9:30 am

    Insya Allah, amiin

  • Sawali Tuhusetya // Januari 6, 2008 pada 12:12 pm

    semoga kita, khususnya saya pribadi, bisa membersihkan hati dari sifat2 buruk atas pertolongan Allah semata.
    wah, makasih mas ansori. setiap kali berkunjung ke blog ini aku selalu mendapatkan siraman rohani.

    sama-sama pak, mudah-mudahan bisa membawa manfaat buat kita bersama… btw dah punya portal sendiri nih pak… ;)

  • Ram-Ram Muhammad // Januari 10, 2008 pada 2:51 am

    Insya Allah Cak Ri… Kalau ada kesempatan mau juga ke Kotabumi tangerang… Soal sekali jalan 40 KM pake motor, gak sebanding dengan kenikmatan ruhani yang dirasakan bukan?

  • ansori // Januari 11, 2008 pada 2:36 am

    Amin.. boleh Gus, pengajiannya setiap malem jumat di minggu pertama setiap bulannya.
    ttg kenikmatan rohani, bener sekali Gus…melalui blog ini, mimpi saya, bisa sedikit memberi gambaran bagaimana berTAUHID dan mengaplikasikannya di kehidupan ini, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. mudah2n Allah memberi kekuatan.. Amin

  • realylife // Januari 15, 2008 pada 4:48 am

    ehmm , semakin memberi saya warna warni hidup
    o iya saya mau ngundang buat baca puisi ini
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2007/12/27/aku-kecil-ya-allah/

  • Fakhrurrozy // Januari 16, 2008 pada 1:59 pm

    sungguh beruntung orang-orang yang mendatangi majelis dzikir yang tidak lain merupakan bagian dari taman-taman surga, bak seekor lebah yang mendatangi kembang-kembang mekar yg indah, kemudian mengambil sarinya, lalu menghasilkan madu yang berkhasiat banyak bagi kesehatan manusia..insya Allah :)

  • ryu_gie // Agustus 27, 2008 pada 10:25 pm

    setuju, sangat setuju.

  • hakimi // Agustus 31, 2008 pada 10:27 am

    Shalawat?
    m a w a r kita baca mawar, dari mawar ini kita tidak bisa mencium harumnya, untuk dapat menikmati harum mawar kita harus mencium “mawar”.

    s h a l a w a t kita baca shalawat, apakah bacaan “allahuma shalli ‘ala muhammad (dst) itu adalah shalaat, saya pikir itu adalah bacaan shalawat, jadi cari dulu pemahaman shalawat untuk dapat ber”shalawat”

    tak mungkin Allah dan malaikatnya ikut bersuara membacakan bacaan shalawat seperti halnya manusia membacanya.

  • Asiani // Oktober 27, 2008 pada 7:32 am

    Ya…, teirma kasih atas artikel2 bagusnya, semoga bermanfaat.
    Bershalawat selayaknya manusia saja, dalam sholat pun kita diwajibkan membaca sholawat.

    Amin…semoga kita tergolong manusia yang banyak memberi manfaat kepada manusia yang lain

  • Abdul Jawad // Oktober 30, 2008 pada 2:45 am

    Semoga Allah melipahkan Rahmat-Nya, dan membukakan jalan bagi Qta yang mau bertobat.

Tinggalkan sebuah Komentar