Al-imanu yaziidu wa yanqushu : iman itu kadang bertambah kadang berkurang. Ada apa gerangan mengapa iman bisa naik turun?
Kalau kita cermati, tempat iman adalah di dada, lebih tepat lagi di dalam hati. mengapa dalam hati? bukankah hati selalu berbolak balik? lalu, adakah hubungan dengan naik turunnya iman?
Ditinjau dari asal katanya, bahasa arab, hati adalah QOLB. Dinamakan QOLB karena dia YATAQOLLAB: selalu berbolak-balik; tiada sesuatu pun yang menetapi di dalamnya (hati) dalam keadaan yg tetap sama selama2nya.
Pertanyaan selanjutnya:
1. Apakah hati yg selalu berbolak balik penyebab naik turunnya iman, ataukah sebaliknya, naik turunnya iman yg mempengaruhi bolak-baliknya hati?
2. Hal apakah yang mampu membuat hati relatif stabil dalam keterbolak-balikannya?
Sekarang kita tinjau relasi antara kondisi hati dan potensi naik-turunnya iman. Hati yang bersih, yang lunak, yang lembut akan mudah untuk cahaya bisa masuk meresap ke dalamnya. Cahaya di sini identik dengan segala hal yang bersifat kebaikan, hidayah atau petunjuk. Begitu pula sebaliknya hati yang kotor, yang keras takkan bisa menyerap atau dipaksakan menyerap cahaya, sehingga jadilah iman terbelenggu, turun dan terus turun.
Secara sederhana dapatlah kita analogikan antara hati dan iman bagai kendaraan dan pengemudinya. Kendaraan dapat dibawa kemana saja sekehendak sang pengemudi, apakah sang pengemudi masih “belajaran” alias pemula, sudah expert, sedang mabuk, sedang kasmaran atupun kondisi-kondisi yang lain begitulah kendaraan akah terarahkan. Dari analogi di atas dapatlah mulai kita tarik sedikit benang merah relasi hati dan iman. Semakin expert sang pengemudi maka akan semakin tenang laju kendaran dan lebih cepat tiba di tujuan dengan selamat.

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.